Langsung ke konten utama

RESUME BUKU TENTANG MUKJIZAT, KARAMAH DAN ISTIDRAJ ; AL-QUR’AN SEBAGAI MUKJIZAT TERBESAR



NAMA                        :  IDA KURNIA DEWI

NIM                            :  11150510000060

KELAS                       :  KPI 4A

JUDUL BUKU          :  KENABIAN ( NUBUWWAH ) DALAM AL-QUR’AN

PENGARANG           :  KEMENTRIAN AGAMA RI

DOSEN                      :  DRS. MASRAN, M.Ag

UNIVERSITAS         :  UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA

FAKULTAS               :  DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

JURUSAN                  :  KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

TAHUN                      :  2017

Identitas Buku                                                                                       

1.      Judul Buku       :  Kenabian (Nubuwwah) dalam Al – Qur’an

2.      Penulis             :  Kementrian Agama RI

3.      Penerbit           : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

4.      Tahun Terbit     :  Cetakan pertama, September 2012

5.      Tebal               : 750 eksemplar

6.      ISBN               :  978-602-9306-16-3

Tujuan Pengarang

Penulis ingin memberikan pembahasan mengenai kenabian secara mendetail. Dibuat nya buku ini untuk mempermudah pembaca dan mengurangi alasan bahwa kita sulit unutk mendapatkan atau menemukan buku yang membahas tentang agama. Karena, buku pada massa ini sudah bisa diakses melalui internet sehingga memudahkan pembaca untuk membacanya secara mudah tanpa hambatan apapun.

Sinopsis

Dalam buku atau serial Kenabian dalam Perspektif Al – Qur’an ini akan dibahas tema-tema yang berkaitan dengan kenabian dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Sebagaimana, dimaklumi cara kerjanya menetapkan tema/topik bahasan, menghimpun ayat-ayat yang berkaitan, menyusun ayat sesuai kronologi turun, mengetahui korelasi ayat, menyusun sub-sub tema bahasan, melengkapi bahasan dengan memakai hadis dan  mempelajari ayat-ayat itu secara tematis dan menyeluruh. Oleh karena itu, sub-sub yang bahasan yang relatif cukup spesifik, luas dan ini buku diharapkan dapat menjadi literatur yang dapat menyuguhkan konsep dan doktrin kenabian dalam prespektif Al-Qur’an secara benar dan komprehensif .



Pokok – pokok / Rangkuman isi buku

MUKJIZAT, KARAMAH DAN ISTIDRAJ

A.    Pengertian Mukjizat

Menurut para ulama, seperti yang dikutip oleh M. Quraish Shihab didefinisikan sebagai sesuatu atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan tersebut.

B.     Unsur – unsur Mukjizat

1.      Hal atau peristiwa yang luar biasa

Sesuatu yang berada diluar jangkauan sebab dan akibat yang diketahui secara umum hukum-hukumnya. Karena berada diluar jangkauan itulah seringkali dianggap sebgai sesuatu yang msutahil. Secara umum sesuatu yang mustahil dapat dibagi menjadi 2 ; mustahil berdasarkan akal, yaitu akal yang sehat tidak dapat menerima hal tersebut karena jelas bertentangan dengan logika dan mustahil berdasarkan kebiasaan yaitu sesuatu itu disebut mustahil karena tidak terbiasa terjadi. Mukjizzat para nabi adalah sesuatu yang luar biasa dan bukan sesuatu yang mustahil menurut akal, melainkan mustahil menurut kebiasaan. Karena boleh jadi peristiwa mukjizat tersebut sebenarnya memiliki hukum-hukumnya tersendiri yang apabila faktor-faktor penyebabnya terhimpun maka lahirlah apa yang disebut “ luar biasa”.

2.      Terjadi atau dipaparkan seorang nabi

3.      Mengandung tantangan terhadap yang meragukan

4.      Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani

C.     Tujuan dan Fungsi Mukjizat

Diantara fungsi mukjizat yang paling utama adalah sebagai bukti kebenaran para nabi. Dan tujuan utama diturunkannya mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalah Allah SWT yang dibawa oleh masing-masing nabi.

D.    Macam – macam Mukjizat

Secara garis besar mukjizat dapat dibagi menjadi dua bagian pokok, yaitu :

1.      Mukjizat yang bersifat material indrawi lagi tidak kekal

2.      Mukjizat immaterial , logis lagi dapat dibuktikan sepanjang masa

Dalam surat Al Ankabut/29: 50-51, Rasulullah diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan bahwa persoalan mukjizat termasuk apakah material atau immaterial adalah urusan Allah SWT. Kemudian Allah menegaskan bahwa apakah mereka masih membutuhkan lagi bukti setelah mereka mengenal kepribadian Nabi SAW dan apakah juga belum cukup bagi mereka bahwa Allah telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) yang berisi petunjuk dan rahmat. Ayat ini sekaligus penegasan bahwa Al Quran adalah mukjizat abadi.

E.     Mukjizat Para Nabi Sebelum Nabi Muhammad

1.      Nabi Nuh yang memiliki mukjizat dapat memiliki kemampuan untuk membuat kapal laut.

2.      Nabi Ibrahim yang memiliki mukjizat yang diselamatkan oleh Allah SWT ketika dirinya terbakar oleh api.

3.      Nabi Musa yang memiliki mukjizat dapat membelah laut dengan tongkatnya.

4.      Nabi Isa yang  memiliki mukjizat dapat menghidupkan orang yang mati.



F.      Perbedaan Karamah dengan Mukjizat

Karamah ialah kemuliaan. Kemuliaan berupa kejadian luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada seseorang yang saleh tanpa diserati pengakuan sebagai nabi atau rasul. Karamah dan mukjizat sendiripun keduanya sama-sama menunjukan permuliaan Allah terhadap seseorang. Mempertegas adanya karamah ar-Razi memperkuatnya dengan beberapa dalil aqli, diantaranya : pertama, hamba yang shaleh dan dekat dengan Allah tatkala Allah akan memberinya permuliaan. Kedua, jika karamah tidak ada maka itu terjadi karena dua hal yaitu Allah tidak berkuasa untuk mewujudkannya atau Allah mampu untuk mewujudkannya tetapi seorang mukmin tidak mampu menerimanya. Ketiga, biasanya orang memiliki hak ostimewa karena faktor kedekatan. Keempat, menurut hukum alam, subtansi ruh bukanlah eksistensi raga yang fana, rusak dapat dipisah-pisah dan dapat dipotong-potong.  Sebagaimana dipaparkan diatas, karamah merupakan pemberian Allah SWT atas ketaatan seseorang kepada-Nya.









G.    Perbedaan Istidraj dengan Mukjizat

Menurut paparan M. Quraisy Sihab dalam bykynya yang berjudul Mukjizat  Al Qur’an yang mejelaskan bahwa istidraj adalah kejadian luar biasa yang terjadi pada seseorang yang durhaka. Hakikat istidraj, demikian al- Fasi menjelaskan adalah tenggelam dalam eforia kesenangan dunia sampai lupa konsekuensi siksa dibalik itu semua. Bila karamah dan mukjizat diturunkan kepada orang yang taat, maka istidraj muncul dari orang yang durhaka.

Ar –Razi memberikan pemaparan perbedaan antara istidraj dengan karamah, diantaranya : pemilik karamah tidak membanggakan diri dengan karamah yang dimilikinya, bahkan itu membuatnya semakin takut kepada Allah SWT. Adapun pemilik istidraj sangat bangga dengan hal – hal yang luar biasa yang dimiliki dirinya dan mengira bahwa itu adalah karamah yang berhak dimilikinya. Penelusuran lain yang dapat dilihat dari wawasan Al Quran memperhatikan bahwa istidraj memiliki beberapa macam :

1.      Istidraj individual, memiliki dua macam : pertama, istidraj yang muncul dari orang-orang kafif dan ahli maksiat . kedua, istidraj yang muncul dari orang-orang yang mendustakan Allah SWT.

2.      Istidraj kolektif, yaitu satu umat.

AL – QUR’AN SEBAGAI MUKJIZAT TERBESAR

A.    Pengertian Al-Qur’an

Al – Qur’an adalah mukjizat yang paling besar yang pernah diberikan Allah kepada seluruh nabi-nabi dan rasulnya karena Al-Qur’an bukan saja untuk mematahkan segala bantahan dan argumen kaum  musyrik kepada kebenaran wahyu yang dibawa Nabi Muhammad SAW, tetapi ia juga diturunkan kepada seluruh umat manusia. Kemukjizatan Al-Qur’an pada dasarnya berpusat pada dua segi : pertama, segi isi atau kandungan Al-Qur’an diantaranya : merupakan syarat ilmiah, merupakan sumber hukum dan menerangkan suatu ‘ibrah  dan teladan serta mengabarkan kabar gaib  baik yang terjadi pada masa lalu, sekarang maupun yang akan datang . Dan kedua, dari segi bahasa Al-Qur’an diantaranya : Al-Qur’an merupakan bahasa bangsa Arab Quraisy yang mengandung sastra arab yang tinggi mutunya.



B.     Beberapa Keistimewaan Gaya Bahasa Al-Qur’an

Al – Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat menabjubkan dan berbeda dengan uslub(susunan) ucapan manusia. Didalamnya terdapat beberapa keistimewaan yang dapat disimpulan sebagai berikut :

1.      Kelembutan Al-Qur’an sebagai Lafziyah terdapat dalam susunan suara dan keindahan bahasanya.

2.      Keserasian Al-Qur’an ditujukan bagi kaum yang awam, maupun kaum cendikiawan. Dalam arti, semua orang dapat merasakan semua keagungan dan keindahan Al-Qur’an.

3.      Kandungan isinya sesuai akal dan perasaan, karena Al-Qur’an memberikan doktrin kepada akal dan hati serta merangkum kebenaran dan keindahan sekaligus.

4.      Keindahan sajian Al-Qur’an serta susunan bahasanya, bagaikan suatu bingkai yang dapat memukau akal untuk memberikan tanggapan serta perhatian.

5.      Keindahannya dalam lika-liku ucapan, atau kalimat serta beraneka ragam bentuknya. Dalam arti bahwa satu makna diungkapkan dalam beberapa lafal dan susunan yang semuanya indah dan halus.

Tegasnya, Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah SAW, tidak saja dari segi isinya yang membawa angin segar bagi kehidupan manusia, tetapi juga dari segi sastranya yang berada diluar jangkauan kemampuan manusia. Mukjizat yang dimiliki Rasulullah SAW ini bersifat hissi (nyata).

C.     Al – Qur’an Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan Modern

Di antara segi kemukjizata Al-Qur’an adalah adanya beberapa petunjuk yang detail mengenai sebagian ilmu pengetahuan umum yang telah terlebih dahulu ditemukan dalam Al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Prof . Tabbarah dalam kitabnya Ruhhud-Din al-islami telah membahas masalah ini dengan baik, dan ia menguraikan sebagian kebenaran-kebenaran ilmiah dengan terperinci, diantaranya :

1.      Menunggalnya Alam / Cosmos

Teori ilmiah modern telah membuktikan bahwa bumi adalah sebagian dari gas yang panas yang memisahkan diri dan mendingin kemudian menjadi tempat yang dapat dihuni manusia.

2.      Asal Kejadian Cosmos

Seorah ahli astronomi bernama jean mengatakan bahwa alam ini pada mulanya adalah gas yang berserakan secara teratur diangkasa luas. Sedangkan kabut-kabut, atau cosmos-cosmos itu tercipta dari gas-gas yang memadat.

3.      Pembagian Atom

Atom mengandung unsur-unsur terkecil, yaitu : a) proton, b) neutron, c) elektron. Dengan perantaaran pembagian ini mereka, dapat menciptakan bom atom dan bom hidrogen sehingga menyebabkan terjadinya kehancuran.

4.      Berkurangnya Oksigen / Zat Asam

Seperti dala firman Allah SWT yang berbunyi : “ barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), dia akan membukakan dadanya (menerima) islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs. Al-An’am/6:125) 



D.    Fungsi dan Kedudukan Al-Qur’an Terhadap Kitab-kitab Sebelumnya

Al – Qur’an mempunyai fungsi dan kedudukan yang sangat mulia bagi kaum muslimin. Al – Qur’an mencakup seluruh wahyu yang disampaikan kepada para nabi dan rasul terdahulu. Al – Qur’an sebagai kitab suci Allah yang terakhir, ia merupakan kitab Allah yang telah lengkap sempurna, dimana pokok-pokok atau prinsip-prinsip ajaran dari kitab-kitab suci Allah yang terdahulu yaitu : Taurat, Zabur, dan Injil telah dibawa juga oleh Al-Qur’an, bahkan dibawakan dalam bentuk yang sempurna. Ini adalah sesuai dengan kenyataan, bahwa agama islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan puncak kesempurnaan dari agama Allah yang telah diwahyukan kepada para nabi sejak Nabi-Nya yang pertama.Dalam masalah Akidah, Al-Qur’an mengajak pada akidah yang suci dan tinggi, jelas dan terang, tiangnya adalah keimanan kepada Allah dan keimanan kepada semua nabi dan rasul serta mempercayai semua kitab samawi.  

Dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi dan kedudukan Al-Qur’an terhadap kitab-kitab sebelumnya, antara lain adalah menyempurnakan ajaran-ajaran yang ada dalam kitab-kitab suci sebelumnya dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan akidah serta ajaran-ajaran yang telah diselewengkan oleh para pengikut nabi-nabi sebelumnya, dengan menyampaikan petunjuk dan bimbingannya sebagai berikut :

a.       Perbaikan akidah, akhlak dan ibadah

b.      Perbaikan individu dan masyarakat

c.       Perbaikan hukum dan politik

d.      Perbaikan urusan keungan

e.       Perbaikan urusan perang

f.       Perbaikan kebudayaan ilmiah

g.      Membebaskan akal dan pikiran dari segala macam khurafat



KOMENTAR :

Buku ini sangat membantu menjadi tambahan refrensi para pembaca terutama para mahasiswa maupun mahasiswi dalam manambah pengetahuan mengenai ajaran agama. Buku yang bersifat elektronik ini memmudahkan kita dalam mempelajarinya, dimanapun dan kapanpun kita bisa membaca buku ini.  

Komentar